Translate

Translate

Translate

Kamis, 31 Mei 2012

Mengenal Upacara Penti dalam Budaya Manggarai

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Sebagai suatu kelompok masyarakat, orang-orang             Manggarai memiliki kebiasaan yang bernilai tertentu.  Kebiasaan itu telah diwariskan secara turun-temurun. Kita  dapat mengatakan hal itu sebagai kebudayaan. Salah satu  budaya Manggarai adalah budaya syukur yang      diungkapkan dalam suatu upacara meriah yaitu penti.


1.2.Tujuan Penulisan
Hal yang menarik berkaitan dengan upacara penti adalah bahwa orang-orang Manggarai berusaha memelihara kebiasaan itu. Sayangnya, tidak semua kampung di Manggarai menjalankan upacara itu oleh karena beberapa hal. Hal ini mengundang minat pemakalah untuk membahas upacara itu.
Dalam makalah ini, pemakalah, yang adalah para putra Manggarai, hendak membahas upacara itu. Tujuannya adalah agar para pembaca mengenal meski serba sedikit tentang upacara penti. Pemakalah berharap dengan bertambahnya pengetahuan anak-anak bangsa akan budaya daerah, semakin dikembangkanlah sikap menghargai kekayaan budaya nasional. Harapan selanjutnya adalah semoga para putra bangsa mengembangkan sikap pluralis dan penghargaan terhadap perbedaan yang tak terbantahkan dalam konteks kebangsaan kita.
BAB 2
SEKILAS TENTANG MANGGARAI
2.1. Letak Geografis
Secara geografis, Manggarai terletak di Flores bagian barat. Bagian utara berbatasan dengan laut Flores, bagian selatan berbatasan dengan laut Sawu, bagian timur berbatasan dengan kabupaten Ngada, bagian barat berbatasan dengan kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.
Saat ini, wilayah Manggarai terbagi dalam tiga kabupaten yaitu:
a. kabupaten Manggarai dengan ibukota Ruteng
b. kabupaten Manggarai Barat dengan ibukota Labuan Bajo
c. kabupaten Manggarai Timur dengan ibukota Borong.
Secara topografis, tanah Manggarai merupakan tanah berbukit-bukit dan juga memiliki dataran lapang yang merupakan daerah yang cocok untuk area persawahan.

2.2. Orang Manggarai
Orang Manggarai adalah orang-orang pribumi yang tersebar dari perbatasan timur, barat, utara, selatan wilayah Manggarai. Salah satu kekhasan Manggarai sebagai suku bangsa adalah adanya berbagai kesamaan dalam bahasa dan watak.
BAB 3
UPACARA PENTI
3.1. Arti dan Tujuan
Upacara penti adalah upacara syukur. Kata itu sendiri merupakan kata yang kurang familiar dalam bahasa harian orang-orang Manggarai . Ketika seseorang menyebut kata “penti” dalam budaya Manggarai, orang-orang Manggarai akan mengarahkan pikirannya pada suatu upacara syukur meriah.
Penti dilakukan sebagai tanda syukur kepada Mori Jari Dedek (Tuhan Pencipta) dan kepada arwah nenek moyang atas semua hasil jerih payah yang telah diperoleh dan dinikmati, juga sebagai tanda celung cekeng wali ntaung (musim yang berganti dan tahun yang beralih). Upacara ini biasa dilakukan setelah semua panenan rampung (sekitar Juni-September). Jikalau sanggup, acara ini dilakukan setiap tahun tetapi seringkali tiga atau lima tahun sekali. Ada keyakinan bahwa jika acara ini tidak dilakukan, akan membuat Mori Jari Dedek marah. Kalau hal itu terjadi, akan ada bencana-bencana yang menimpa masyarakat Manggarai.
3.2. Susunan Upacara
Bagian ini diambil dari buku Kebudayaan Manggarai (dengan beberapa perubahan).
Upacara penti terdiri dari beberapa babak, yaitu:
3.2.1. Upacara pra-penti: Podo Tenggeng (mempersembahkan kepincangan atau kekurangan)
Upacara ini lakukan pada pagi hari yang mana malamnya acara penti dilakukan. Tujuan acara ini adalah untuk mempersembahkan segala kekurangan agar dalam tahun berikutnya semua semua bencana kelaparan dijauhkan atau dibuang. Hewan persembahan adalah seekor babi kecil, seekor ayam kecil yang berbulu hitam, dan juga peralatan yang tak terpakai karena rusak seperti keranjang rusak, bakul rusak, periuk pecah. Benda-benda itu melambangkan kepincangan hidup dan kekurangan dalam kehidupan ekonomi.
Hewan dan alat-alat itu dibawa ke tempat upacara, yaitu cunga (tempat pertemuan dua sungai, muara). Rumusan inti doa di tempat itu adalah:
“Ho’o lami ela miteng agu manuk miteng, kudut kandod sangged rucuk agu ringgang landing toe ita hang ciwal, toe haeng hang mane. Porong ngger laus hentet, ngger ce’es mbehok, kudut one waes laud one lesos saled” (Inilah kami persembahkan seekor babi dan seekor ayam, semuanya berwarna hitam, sebagai tanda penolak kelaparan. Biarlah semua bencana kelaparan hanyut di sungai ini bersama darah babi dan ayam ini serta bersama redupnya terang matahari hari ini).
Selanjutnya, ayam dan babi itu dibunuh, digantungkan pada kayu cabang yang dipancang di tempat upacara. Kemudian, bersama dengan peralatan yang rusak itu, babi dan ayam itu dihanyutkan. Sebelum meninggalkan tempat itu, semua parang atau pisau yang digunakan untuk membunuh harus dibersihkan di sungai itu. Kemudian semua orang pulang ke kampung dengan syarat tidak menoleh ke belakang agar segala kekurangan itu tidak lagi mengikuti dari belakang.
3.2.2. Upacara penti.
Beberapa hari sebelum upacara penti, seluruh keluarga di kampung itu mengundang kaum keluarga mereka. Acara ini terbagi dalam beberapa bagian, yakni: Barong wae teku, Barong compang, Libur kilo, Wae owak, dan Tudak penti (upacara puncak).
3.2.2.1. Barong wae teku
Semua keluarga berkumpul di rumah adat (gendang). Bahan yang perlu disiapkan adalah ayam, telur mentah, sirih pinang, dan kapur.
Jalannya upacara:
1. Dibuka dengan renggas (pemberitahuan bahwa upacara dimulai atau berakhir).
2. Peserta berbaris berarak-arak ke mata air dengan pukulan gong dan gendang yang disertai dengan lagu arao:
Cako (Solo) : Ara  o  e  neki weki ara  o (kita berkumpul)
Wale (jawab) : Ara  o
Cako : Ara  o  e  ranga manga ara  o (hadir di sini)
Wale :  Ara  o
Cako : Ara  o  e  celung cekeng ara  o (musim berganti)
Wale : Ara  o
Cako: Ara  o  e  wali ntaung ara  o (syukur atas semua hal yang diperoleh dalam tahun ini)
Wale: Ara  o
Cako : O e neki weki ara  o  o  e
Wale : Ara  o
Cako: O e  manga ranga ara  o  o e
Wale: Ara  o
Cako: Ara  o  e  kaing dani ara o (mohon panen berlimpah)
Wale: Ara  o
Cako: Ara  o  e  tegi becur ara  o (mohon agar kebutuhan akan makanan tercukupi)
Wale: Ara  o
Cako: Ara  o  e  uwa gula ara  o (semoga bertumbuh mulai pagi hari)
Wale: Ara  o
Cako: Ara  o  e  bok leso ara  o (juga setiap hari)
Wale : Ara  o
Cako : O  e  kaing dani ara o o  e Ara  o  e  tegi becur ara o  o  e
Wale : Ara  o
Lagu yang disertai pukulan gong dan gendang baru berhenti bila tiba di mata air minum
3. Acara di mata air minum:
a. Pemberian sirih pinang yang diletakkan dengan ungkapan : Empo, ho’o kala agu raci te cepe (Nenek, kami memberikan sirih pinang ini). Ai to’ong de penti, teho’on barong wae teku (karena sebentar malam diadakan upacara penti, sekarang upacara di air minum/air timba ini).
b. Telur mentah dipecahkan bagian atasnya, lalu diletakkan di atas buluh dengan ungkapan: Empo Ho’o tuak, salangn tuak ho’o, ai to’ong penti, dasor meu agu ami camas-camas baron wali di’a sangged di’a de Morin ata poli teing latangt ite. (Nenek, ini tuak, maksudnya karena sebentar mau diadakan upacara penti, semoga kita bersama-sama menyampaikan syukur atas segala kebaikanNya yang telah dicurahkan kepada kita.).
c.Pembawa persembahan memegang ayam. Sebelum tudak atau do’a di dahului renggas sebagai pembukaan.
Tudak atau do’a:
Denge le meu empo, ho’o de manuk kudut barong wae. (Dengarlah ya nenek, ini ayam untuk dipersembahkan di air ini).
Wali di’a kamping ite Morin agu Ngaran, ai ite poli teing ami wae bate tekugm ho’o (Sampaikanlah syukur kepada Tuhan, karena Tuhan sudah memberikan kami air untuk kebutuhan kami.
Tegi kali dami (kami mohon) : Lami agu riang koe wae teku ho’o (jagalah air minum ini).
Dasor mboas kin wae woang, kembus kin wae bate tekugm ho’o. (semoga air minum ini senantiasa mencukupi kebutuhan kami).
Dasor neka koe Wong le roho agu rove le lus wae teku ho’o. (semoga dijauhkan dari segala gangguan yang merusakkan air ini).
Porong inung wae ho’o wae guna Laing latangt weki agu wakar dami. (semoga air ini berguna bagi jiwa dan raga kami).
Porong mese bekek kali, mbiang ranga (semoga memberikan kesegaran bagi kami).
Kemudian ayam disembelih, lalu dibakar untuk diambil sebagian hatinya, ususnya serta dagingnya untuk dijadikan sesajian. Kemudian lagu renggas sebagai tanda upacara di tempat itu telah selesai. Arakan dari mata air ke Compang dengan pukulan gong dan gendang yang diiringi lagu Arao seperti di atas.
3.2.2.2. Barong Compang
Barong Compang : Upacara di compang (kumpulan batu di tengah kampung yang digunakan sebagai tempat pemujaan roh-roh), yang terletak di tengah-tengah kampung.
Bahan persembahannya adalah Sirih pinang, telur mentah sebagai Tuak, dan ayam. Maksud pemberian sirih dan telur mentah sebagai tuak untuk mengundang roh-roh yang menjaga compang supaya hadir di Rumah Adat nanti dalam upacara penti.
Acara di Compang
1. Renggas sebagai pembukaan upacara.
2. Tudak atau do’a :
Denge di’a le meu empo, ho’o de manukn barong compang, ai to’ong wie penti one mbaru (dengarlah ya roh penjaga megalithik, ayam ini kami persembahkan di tempat ini, karena sebentar malam diadakan upacara. penti).
Tegi kali dami (kami mohon), Dasor dengga koe paang kali, nggaru koe di’a ngaung (Mohon perlindungan seluruh kampung, mulai dari bagian depan hingga bagian belakang).
Dasor tadang koe darap detana, agu kolang de leso (semoga dijauhkan dari gangguan wabah penyakit).
Tadang koes tae raja kali, deu koes tae wie (semoga di jauhkan dari gangguan manusia dan gangguan setan).
Sika koe ringang kali, wur koe rucuk, agu kando koe dango (jauhkan dari gangguan kesehatan).
Ho’o manukn lami kudut loces meu empo, ai poli baro one wae teku agu one compang (inilah ayam untuk menerima roh yang menjaga air minum dan yang menjaga compang).
Dasor nai ca anggit ite, tuka ca leleng, to wall di’a sangged widang de Morin ata poli tei kamping ite one ntaung ata belaud, agu tegi kole sembeng, titong agu berkak latangt ite (semoga kita bersatu untuk bersama-sama menyampaikan syukur atas semua kebaikan Tuhan yang telah kita peroleh dalam tahun yang barn kita lewati, dan mohon lagi perlindungan, bimbingan serta berkat untuk hidup selanjutnya)
Kemudian ayam disembelih dan seterusnya dibuat helang seperti tersebut di atas. Kemudian upacara toi loce (penunjukan tempat istirahat/tempat duduk bagi arwah).
3.2.2.3. Libur kilo
Upacara libur kilo adalah syukuran keluarga. Persembahannya adalah seekor ayam dan seekor babi kecil. Acara libur kilo, urutannya:
1. Renggas sebagai pembukaan upacara
2. Lagu pembukaan : Lagu sanda lima
Sanda lima adalah kebutuhan yang dibutuhkan oleh manusia. Lima kebutuhan itu adalah sebagai berikut
a. Mbaru tara kaeng (rumah tinggal)
b. Natas tara labar (halaman tempat bermain)
c. Wae tara teku (air minum/air timba)
d. Uma bate duat (kebun garapan sebagai sumber makanan dan hasil lainnya)
e. Compang (batu berundak-undak tempat meletakkan persembahan yang terletak di tengah-tengah kampung). Compang merupakan tempat warga kampung berkomunikasi dengan Tuhan secara umum.
Kelima kebutuhan tersebut saling berkaitan. Kemudian dinyanyikan lagu-lagu berikut:
a. Lagu sanda lima :
1. Solo (cako): 0 lima o, o hae a ko sanda lima e. Pati koe jari Mori e tei koe reci lima e … hae a … lima bo … mola … mola bong.
Cual (oleh satu orang) : o ..ando . o . rame a
Bersama-sama : E ..a . e ..e hae a ko sanda lima Lima bo … A … o … mola-mola bong.
Arti lagu di atas : Mohon kecukupan makan/pangan.
2. Solo: 0 limao o haea ko sanda lima e
Mbaun koe eta Mori e, lemekn koe wa.
Lima bo … A … o … mola … mola bong.
Arti lagu Mohon hidup baik.
Diselingi:
Lagu Ongko Koe
(ongko koe = semoga tetap bersatu).
Solo (cako) : Ongko Koe a … ac, … e Mori ongko koe a ongko sala koe.
0 Mori ongko sala koe a … Dasor di’a ya taki len ongko koe.
Satu orang (cual) : Ara … le a … ao … e … Mori baeng Sama-sama (wale) Ami o … 2 X E … eo … ao … ongko koe a ongkos sala koe. 0 Mori ongko sala koe a … Dasor di’a ya taki len ongko koe.
Arti lagu : Persatukan kami ya Tuhan hingga selamanya.
Lagu Dendeng Ine
(Dendeng = sanjung, ine = ibu, menyanjung ibu).
Solo: Dendeng ine a … ao … e Mori dendeng ine a dendeng sala ine. 0 Mori dendeng sala ine a, pedeng jerek was susu dendeng.
Arti: mohon berkat bagi ibu
Dilanjutkan ayat berikut:
3. Solo: 0 limao o haea ko sanda lima e. Malir koe di’a le Mori e tumbu di’a koe lau.
Limae … hae lima bo … mola-mola bong.
Satu orang : 0 Lando … o … rame a
Sama-sama : E … a … e … e … E … a … haea ko sandit Lima bo … A … o … mola … mola bong.
Arti lagu tersebut adalah Mohon aliran berkat Tuhan.
Tudak (do’a):
Ho’o manuk agu ela kudut libur kilo, tae de(Ini ayam dan babi untuk libur kilo).
Kemudian pemimpin menyebut nama yang tertua atau berstatus kepala keluarga dalam keluarga yang bersangkutan sampai yang bungsu).
Tegi kali dami (kami mohon): Neka manga baka baras agu ngentung tuka (semoga makanan yang kami makan tidak mengganngu kesehatan kami).
Neka koe tungga salang duat, neka caka salang we’e
Jauhkan dari gangguan pada sa’at pergi dan pulang kerja).
Dasor beka agu buar kali (semoga keluarga iniberkembang).
Kete koe api one kali, tela kid galang peang (semoga kebutuhan hidup terpenuhi dan ternak babi berkembang).
Dasor wua raci kali lebo kala (semoga berbuah pinang yang ditanam, demikian pulah sirih).
Dasor mbaun eta kali mose dami, lemekn wa, wiko le ulu kali jengok lau wai, (semoga mengalami hidup baik).
Dasor malir di’a le kali tumbu di’a lau (semoga rahmat Tuhan mengalir lancar).
Dasor mere bekek kali mbiang ranga (semoga bertumbuh sehat dan cerialah kami).
Kernudian ayam dan babi dibunuh; lalu hati, usus dan daging diambil sebagian kecil untuk dijadikan sesajian. Dengan demikian upacara Libur Kilo telah selesai dan ditutup dengan renggas.
3.2.2.4. Wae Owak
Wae Owak yaitu upacara persembahan masing-­masing keluarga, yang letak sesajiannya ditempatkan pada tempat khusus, sesuai kebiasaan tiap keluarga (kilo); ada yang dalam rumah, ada yang di luar rumah pada batu compang khusus atau pada pohon tertentu. Bahan persembahannya seekor ayam.
3.2.2.5. Tudak penti (upacara puncak)
Seluruh warga kampung berkumpul dalam rumah gendang. Bahan persembahan untuk upacara penti adalah ayam dan babi.
Urutan acaranya sebagai berikut:
a. Renggas/pembukaan
b. Lagu Sanda Lima, lagu Ongko Koe, lagu Dendeng Ine. Liriknya sama seperti pada upacara Libur Kilo.
c. Tudak (do’a):
Denge le meu empo, ho’o lami manuk agu ela kudut penti weki peso de beo. (Dengar ya nenek(leluhur), ayam dan babi ini kami persembahkan untuk upacara penti).
Tae de … (pemimpin menyebut nama nenek dari setiap panga/klen).
Neka koe baka baras kali, neka ngentung tuka (semoga makanan yang dimakan tidak mengganggu kesehatan).
Neka koe tungga salang duat kali, neka caka salang we’e. (Jauhkan dari gangguan pada sa’at pergi puiang kerja).
Dasor beka agu buar kali, wigs ras kid pe’ang natas, res kid baling lele. (Semoga warga kampung tetap berkembang meningkat jumlahnya)
Dasor tei koe reci kali, pati koe jari. (Mohon kecukupan makanan). Dasor kete kid api one kali, tela kid galang pe’ang. (semoga rezeki sehari-hari tetap ada, demikian pula dengan peternakan yang dipelihara).
Dasor wua raci po’ong kali, lebo kala weri. (Semoga pinang yang kami pelihara berbuah, demikianpun sirih berdaun lebat; maksudnya agar istri senantiasa sehat clan beranak banyak).
Paeng koe kaba wale kali ga, ita koe kaba mils.(semoga kami memperoleh kerbau ternak berkecukupan).
Dasor neka koe matas kina na’ang kali, neka koe buruk manuk pening. (Semoga dijauhkan penyakit yang menyerang ternak, baik babi maupun ternak lainnya).
Dasor mbaun eta koe kali mose, dami one golo tara lonto ho’o, temekn wa, wiko koe le ulu kali, jengok koe lau wa’i. (Semoga warga kampung seluruhnya tetap sehat wal afiat clan sejahtera).
Dasor malir di’a koe kali lolin berkak de Morin, tumbu di’a koe lau (semoga berkat dan rahmat Tuhan mengalir).
Kemudian diadakan congka kolong (tarian penutup) yang diiringi pukulan gong clan gendang serta diiringi lagu “kolong o”.
Solo: Kolong o … celu cekeng to de wali ntaung To de a o ae lawage.
Tei reci to de, pati jari to de a o a e lawa ge. A o a o o o lurang tali wua eta main e.
Kanon (lagu disambut oleh seorang) : Kolong o … 0
rame
Jawab (bersama-sama) :Kolong o o o … A … a e a … oe o lurang tali wua eta main e.

Arti lagu upacara ini adalah upacara pergantian tahun yang diturunkan dari leluhur memohon kecukupan makanan untuk kehidupan selanjutnya.
Dengan selesainya congka kolong ini, maka selesai pula seluruh rangkaian upacara penti menurut adat Manggarai.
3.3.Upacara penti di zaman sekarang
Setelah mengenal upacara penti, kita dapat menganalisis paham-paham tradisional Manggarai tentang Tuhan dan leluhur. Kita dapt berpijak pada hal itu untuk menganalisis sebab sehingga upacara ini tidak lagi dijalankan di semua kampung di Manggarai.
Saat ini, upacara penti tidak dijalankan di semua kampung di Manggarai. Salah satu kampung yang secara konsisten tetap melaksanakannya, misalnya kampung Wae Rebo.
Alasan yang mungkin sehingga upacara ini tidak dilakukan di semua tempat di Manggarai adalah:
a. Modernisasi: berkembangnya cara pemikiran rasional dalam diri putra-putri Manggarai, terutama kaum muda.
b. Pengaruh agama katolik, yang mengganti upacara ini dengan misa meriah syukur panen.
c. Sosialisasi budaya yang kurang berhasil sehingga dalam diri kaum muda kurang ada kecintaan yang mendalam bagi budaya penti.
BAB 4
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Upacara penti adalah upacara masyarakat Manggarai yang bertujuan untuk mengucap syukur kepada Tuhan dan para leluhur atas hasil pertanian selama setahun atau beberapa tahun. Susunan upacara ini adalah: upacara Podo Tenggeng, Barong Wae Teku, Barong Compang, Libur Kilo, Wae Owak Dan Tudak Penti.
Saat ini, upacara penti tidak lagi dijalankan oleh semua orang Manggarai. Alasan-alasan yang mungkin adalah modernisasi, perkembangan agama katolik, dan sosialisasi budaya penti yang kurang berhasil.

DAFTAR PUSTAKA
Bagul Dagur, A. Kebudayaan Manggarai: Sebuah Khasanah Kebudayaan Nasional. Surabaya: Ubhaya Press, 1997
Arif, Junaidi “Upacara Pemberkatan Sumber Mata Air dalam Kegiatan Penti”. http://www.floresecotourism.com/artikel/5/55/upacara_penti_-_ritual_syukur,_kekeluargaan,_dan_pelestarian_alam.html . diunduh 18 November 2010, pukul 14. 05
Bustan, Fransiskus . “Makna Lagu Ara dalam Ritual Penti Pada Guyup Tutur Etnik Manggarai di Flores”. http://74.6.117.48/search/srpcache?ei=UTF-8&p=budaya+penti&fr=slv1 &u=http://cc.bingj.com/cache.aspx?q=budaya+penti&d=4792015410627354&mkt=en-US&setlang=en-US&w=a746f25e,e178c9b9&icp=1&.intl=us&sig=Qz6gyvuGcMBF98zswOVR9g–. diunduh pada tanggal 18 November 2010, pukul 14.05.

Antoni Bagul Dagur, Kebudayaan Manggarai : Sebuah Khasanah Kebudayaan Nasional ( Surabaya: Ubhaya Press, 1997), hal. 81
Ibid., hlm 78-93. Dagur adalah seorang tokoh masyarakat Manggarai. Buku ini ditulisnya pada saat ia menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kabupaten Manggarai. Jabatan berikutnya adalah Bupati Manggarai (1999-2004).
Fransiskus Bustan . “Makna Lagu Ara dalam Ritual Penti Pada Guyup Tutur Etnik Manggarai di Flores” (http://74.6.117.48/search/srpcache?ei=UTF-8&p=budaya+penti&fr=slv1 &u=http://cc.bingj.com/cache.aspx?q=budaya+penti&d=4792015410627354&mkt=en-US&setlang=en-US&w=a746f25e,e178c9b9&icp=1&.intl=us&sig=Qz6gyvuGcMBF98zswOVR9g–), diunduh pada tanggal 18 November 2010, pukul 14.05.
Fransiskus Bustan mengadakan penelitian tentang makna lagu ara dalam Guyup Tutur Etnik Manggarai (GTEM). Dia menulis (ada beberapa editan):
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh sebuah gambaran umum bahwa, lagu Ara merupakan salah satu produk dan praktek budaya Manggarai tetesan masa lalu yang bersifat multidimensional dan sarat makna. Dikatakan demikian karena, selain menyandang makna religius sebagai dimensi makna paling utama, dalam satuan bahasa yang dipakai dalam lagu Ara tergurat pula makna sosiologis dan makna estetis yang terajut dalam satu kesatuan dengan konteks ritual penti dan konteks budaya Manggarai secara keseluruhan. Dalam makna tersebut tersurat dan tersirat seperangkat gagasan dan cara pandang warga Manggarai tentang dunia, baik dunia yang secara faktual terjadi maupun dunia simbolik atau dunia imaginatif yang keberadaan objek yang menjadi rujukannya hanya berada dalam tataran ideasional atau mewujud dalam bentuk peta pengetahuan, sesuai realitas sosial-budaya yang dihadapi dan dialaminya.
Makna religius lagu Ara berkaitan dengan persepsi etnik manggarai tentang eksistensi Tuhan ( Morin agu Ngaran), roh leluhur ( ende agu ema), dan roh alam ( ata pele sina ). Ketiga kekuatan supranatural atau adimanusiawi tersebut diyakini sebagai sumber kekuatan moral utama yang sangat menentukan kesejahteraan hidup mereka sebagai manusia dan masyarakat dalam ziarah kehidupannya di dunia menuju kehidupan akhirat yang kekal dan abadi. Suratan dan siratan makna religius lagu Ara dapat disimak dalam satuan bahasa yang dipakai dalam beberapa kalimat atau klausa berikut.
(1) celung cekeng (ganti   musim)   ’pergantian musim keja’
(2)  wali  ntaung (balik tahun)    ’peralihan tahun musim’
(3)  kaing  dani ( minta  panen berlimpah) ‘mohon hasil panen yang melimpah’
(4)  tegi    becur (minta  kenyang)   ’mohon hasil panen yang melimpah’
(5)  uwa  gula (tumbuh pagi) ‘tumbuh pagi’
(6)  bok  leso (tunas  siang)    ’tunas siang’
Sesuai kenyataan bentuk tekstual yang tampak secara fisik, kalimat (1) dan (2) bersifat saling menunjang dan menegaskan secara maknawi yang diwahanai dengan pemakaian kosakata yang berbeda, namun kosakata tersebut masih berhubungan secara sinonimis. Kata celung ‘ganti’ dalam kalimat (1) yang merupakan bentuk reduplikasi semantis dari kata caling ‘ganti’ berpadanan makna dengan kata wali ‘balik’ dalam kalimat (2). Demikian pula kata cekeng ‘musim’ dalam kalimat (1) berpadanan makna dengan kata ntaung ‘tahun’ dalam kalimat (2). Secara kontekstual, kedua kalimat tersebut menyingkap permohonan warga GTEM kepada Tuhan sebagai Pemilik dan Penguasa Alam Semesta agar peristiwa peralihan tahun musim dari tahun musim yang lama ke tahun musim yang baru berjalan lancar, dan mereka terbebas dari serangan berbagai jenis penyakit dan bencana alam yang dapat membawa kesengsaraan dalam realitas kehidupannya.
Junaidi Arif, “Upacara Pemberkatan Sumber Mata Air dalam Kegiatan Penti” (http://www.floresecotourism.com/artikel/5/55/upacara_penti_-_ritual_syukur,_kekeluargaan,_dan_pelestarian_alam.html ) , diunduh 18 November 2010, pukul 14. 05
Acara ini misalnya dilaksanakan pada 14-15 november 2009 sebagaimana yang laporkan oleh Junaidi Arif dari Burung Indonesia. ia menulis:
“Bagi penulis, Upacara Penti tidak hanya sekedar ritual berkumpulnya masyarakat Wae Rebo. Namun, ada hal yang lebih subtantif di sini, yakni sebuah kekuatan budaya untuk melestarikan leluhur nenek moyang, dengan kuatnya arus budaya barat yang masuk ke negeri ini. Hal yang lain adalah rasa kecintaan masyarakat Wae Rebo terhadap alam dan isinya, terutama air sebagai sumber kehidupan. Bagi masyarakat Wae Rebo, menjaga sumber mata air sebagai sumber kehidupan, menjaga dan melestarikan hutan beserta isinya seperti burung serta habitat lainnya, merupakan warisan nenek moyang yang harus tetap dijaga. Hal ini terlihat dari masih terjaganya kondisi hutan di sekitar perkampungan Wae Rebo. Sungguh cantik negeri ini…..Apabila masyarakatnya punya rasa cinta seperti masyarakat Wae Rebo. Hutan lestari, air sudah dekat.”


Dikirim Oleh : David Edison
Mahasiswa STF Driyarkara Jakarta. tertarik dengan masalah humanitas.

Bagi yang punya cerita sendiri dari Desa Anda silahkan kirimkan ke email kami: Golopaleng@yahoo.com 

Selasa, 29 Mei 2012

Cerita dari teman baru manggarai ....

Pada saat pergolakan di kerajaan pagaruyung, ada anak “haram” dari raja yang diusur dari pagaruyung dan rombongan pelarian ini sampai di manggarai. Manggarai masih sangat t erbelakang dan mereka yang sudah “didik” di kerajaan, akhirnya menjadi pemimpin di manggarai dan menjadikan warga asli manggarai menjadi pekerja mereka. Mereka sampai mendirikan kerajaan di sana. Sampai tahun 1939 mereka makin berkuasaaya, kaya r dan manggarai tetap terbelakang. Mereka kemudian ayng disebut dengan keturunan Todo.
Beberapa akulturasi yang terlihat, kain songket padang di manggarai motifnya sama dan disebut songke. Kemudian dari alat alat musik juga sama dengan yang di padang. Kemudian dari rumah adat juga terpengaruh dengan rumah gadang di minangkabau.

Di manggarai, ada 3 kelompok masyarakat, todo, campuran dengan turki dan homofloresiensis.


Laporan : Lola Amelia ( Manggarai )
Email : Aowa_ad@yahoo.com

Bagi yang punya cerita sendiri dari Desa Anda silahkan kirimkan ke email kami: Golopaleng@yahoo.com

Semi Final Lamba Leda Cup III Makassar......

 
PS GOLO RENTUNG 2012
Hasil Pertandingan perempat final minggu 27 mei 2012

Necak vs Tengku Leda  ( 1-0 )

Goreng Meni vs Satar Punda  ( 1-2 )

Satar Padut vs GoloPaleng  ( 6-1 )

Golo Mangung vs Golo Rentung ( 3-0)







Dipastikan Tim yang lolos ke-perempat final Lamba Leda cup III 2012 makassar antara lain:

Necak,

Satar Punda,

Satar Padut,dan

Golo Mangung,

Jadwal pertandingan semi final Lamba Leda Cup III 2012 Makassar:

Necak vs Satar Punda ( 14:00 Wit )

Golo Mangun vs Satar Padut ( 16:00 Wit )

Selasa, 22 Mei 2012

"Anak Ajaib" dari Manggarai Timur........


Adalah seorang anak murid sekolah dasar yang bernama Gabriel Rusnatabin Kurniawan (9) membuat heboh warga sekitar. Gabriel sempat dikira sebagai anak ajaib karena mampu membaca materi pelajaran, surat izin mengemudi (SIM), dan kartu nama sambil menutup mata. Saat ini Gabriel masih bersekolah di Sekolah Dasar Katolik Mukun 1, Ladok Rana Mbeling, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur.

Kemampuannya mampu mengejutkan Bupati Manggarai Timur Yoseph Tote dan Wakil Bupati Agas Andreas saat upacara Hari Pendidikan Nasional tingkat Kabupaten Manggarai Timur Rabu (2/5/2012) kemarin. Dalam acara tersebut, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Daerah Manggarai Timur Yohanes Syukur memberikan SIM-nya untuk dibaca oleh Gabriel. Dengan cermat dan dalam keadaan mata tetap tertutup SIM tersebut mampu dibacanya dengan sempurna. Semua peserta dan undangan acara peringatan Hardiknas heran sekaligus kagum dengan kelebihan Gabriel.

Lantas apa rahasia kemampuan Gabriel?

Psikolog Trainer pada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Manggarai Timur, Haryanto, Kamis (3/5/2012), menjelaskan, Gabriel merupakan anak aktivasi, di mana otak kiri dan kanannya sangat seimbang. Keseimbangan otak kiri dan kanan mampu mencerdaskan seorang anak. Kecerdasan yang diperoleh dari keseimbangan otak kiri dan kanan bagi seorang anak dari usia 5-12 tahun yakni mampu membaca dengan cepat, bermain musik yang bagus, serta membaca dan bahkan menghitung dalam keadaan mata tertutup rapat.

Haryanto menjelaskan, anak dengan keseimbangan otak kiri dan kanan dapat membaca pesan singkat pada sebuah handphone dalam keadaan tertutup. Selain itu, juga mampu mengetahui nomor kontak yang ada dalam telepon seluler. Haryanto mengatakan, di Kabupaten Manggarai Timur ada 25 anak yang memiliki keseimbangan otak kiri dan kanan. "Kami terus mengembangkan kemampuan otak kiri dan kanan di setiap sekolah di masa mendatang," sebutnya.

Ayah Gabriel, Kandidus Nabi, yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Taman Kanak-kanak dan Sekolah pada Dinas PPO Manggarai Timur menjelaskan, belum lama ini ada instruktur keseimbangan otak kiri dan kanan melatih 25 siswa dan siswi SD di Kabupaten Manggarai Timur.

Banyak fenomena yang terjadi di Indonesia dan diartikan sebagai kejadian mistis. Banyak yang menganggap kemampuan sang anak ajaib tersebuta dalah kekuatan mistis(kalau benar adanya). Luar biasa memang atensi masyarakat Indonesia jika pemberitaan media massa sudah digiring ke fenomena yang berbau mistis. Sekarang, bagaimanakah kita memaknai kejadian langka seperti ini

Laporan Doni ( manggarai )

Bagi yang punya cerita sendiri dari Desa Anda silahkan kirimkan ke email kami: Golopaleng@yahoo.com

Pertandingan seru baru dimulai.....


Makassar-, Kompetisi Antar-Desa sekecamatan Lamba Leda dilanjutkan Sesuai jadwal, delapan besar akan digelar, 27 Mei Mendatang. Sedangkan semifinal dan final, akan di gelar pada juni mendatang.



Delapan Tim yang lolos dari babak penyisihan akan bertarung memperebutkan empat tiket ke semifinal. Di Grup A.Tim Kesebelasan GOPAL dan Tim Kesebelasan SATAR PUNDA,GRUP B.Tim NECAK dan Tim G.MANGUNG,Grup C.TORONG NINGE dan GORENG MENI.Grup D.G.RENTUNG dan T.LEDA

”Tidak ada lawan yang perlu diistimewakan,Pastinya setiap tim menginginkan kemenangan di setiap laga. Saat ini, kita lebih memilih fokus untuk mempersiapkan tim menghadapi delapan besar,”yang penting bertanding dengan sportif dan tidak curang.

Marilah kawan-kawan kita junjung tinggi kejujuran itu, berlaku lah sportif, tidak berbuat curang. Mulai dibiasakan lah dari sekarang.


 Jadwal pertandingan delapan besar Lamba Leda Cup III 2012 Makassar

SATAR PUNDA vs GORENG MENI  ( 9:30-SELESAI )

COMPANG NECAK vs TENGKU LEDA ( 11:30-SELESAI )

GOPAL vs TORONG NINGE ( 14-SELESAI )

GOLO RENTUNG vs GOLO MANGUNG ( 16-SELESAI )




Hasil pertandingan minngu 20 mei 2012.....

Grup A

Compang Mekar vs Tengku Lawar  ( 1-5 )

Grup B

Golo Mangung vs Golo Wontong  ( 3-1 )

Grup C

Nampar Tabang vs Satar Padut  ( 6-2 )

Grup D

Satar Punda Barat vs Tengku Leda  ( 1-3 )

Jumat, 18 Mei 2012

Cerita Keluarga, Kegiatan Perempuan, Maumere, Pertanian, Produk Organik

 Sebuah cerita keluarga dari desa Waility, Nusa Tenggara Timur.


     Kebun sayuran di Desa Waility, Indonesia adalah sebuah kebun kecil kelompok yang dikelola oleh tujuh keluarga yang menerima pelatihan bagaimana membuat kebun sayur kelompok yang didanai oleh donatur MicroAid. Luas kebun sayur itu saat ini hanya sekitar 400 meter persegi. Ini akan diperluas kemudian, sebagai hasil dari penjualan sayuran dari awal panen pertama masuk.

    Sebulan lalu, sayur kubis telah dipanen untuk pertama kalinya dan berhasil menjual 340 buah kubis. Harga jual per kubis Rp 6.000 sehingga jumlah uang yang diperoleh sebesar Rp 2.040.000. Uang itu kemudian dibagi rata untuk tujuh keluarga, sehingga setiap keluarga menerima Rp 291.000. Panen kubis dilakukan setiap 4 minggu sekali.

   Untuk meningkatkan pendapatan keluarga lebih lanjut, kelompok ibu-ibu akan memperluas wilayah kebun sayuran dengan tanaman sayur sawi. Uang dari panen kubis akan digunakan untuk membeli biji sawi dan akan ditanam di dekat kebun yang ada.

   Ini ide yang baik karena untuk memperluas kebun bisa mereka lakukan sendiri. Mereka ingin menanam tanaman yang cepat menghasilkan sayuran dan mendapatkan harga yang lebih baik. Sayur sawi adalah pilihan mereka. Jika mereka berhasil dengan panen sawi, maka setiap keluarga akan mendapatkan tambahan sekitar Rp 300.000 per bulan. Bila digabungkan dengan pendapatan dari penjualan sayur kol, maka jumlah pendapatan setiap keluarga menjadi sekitar Rp 600.000 per bulan.

   Sekarang kelompok keluarga tersebut masih membutuhkan bantuan untuk memperbaiki sumur yang ada agar mereka dapat lebih mudah menyirami tanamannya. Saat ini mereka menggunakan ember kecil yang digunakan secara bergantian oleh tujuh keluarga tersebut.


Laporan Fransiska Kartika (Maumere)

Bagi yang punya cerita sendiri dari Desa Anda silahkan kirimkan ke email kami: Golopaleng@yahoo.com

Kesebelasan Compang Necak
















Nama-nama pemain Compang Necak:

1.Ofin
2.Ab
3.Otham
4.Safe
5.Boni
6.Bony
7.Noldy
8.Dedi
9.Jeff
10.Iping
11.Wanto
12.Ferdi
13.Bayon

Pelatih : ?
Kordes : ?
Kontributor : Rofyn Ofin

Selasa, 15 Mei 2012

Satu Tiket delapan besar Lamba Leda Cup III 2012...






golopaleng menurunkan beberapa pemain cadangan diantaranya, Jusdi Enok,Wens Nardi,Fredy Sa'at,sius Rudi,Agus Barus

           Pada Pertandingan terakhir babak penyisihan Grup A minggu 13 mei kemarin sekaligus penentuan lolos ke delapan besar Lamba Leda Cup III 2012,akhirnya mimpi itu wujud untuk kesebelasan Golo Paleng walaupun posisi runer-up Grup A setelah dikalahkan oleh kesebelasan Satar Punda dengan skor 1-0,dan kesebelasan Satar Punda menduduki posisi klasemen Grup A dengan selisi Nilai 7-6,bagi kedua kesebelasan ini penting bagi mereka untuk lolos ke babak selanjutnya.

           Di pertandingan lain yang lolos antara lain Ps.Golo Rentung,Ps.Tengku Leda,Ps. Compang Necak,Ps.Goreng Meni,dan masih ada beberapa pertandingan terakhir lainnya dibabak penyisihan grup pada tanggal 20 mei mendatang sekaligus merebut tiket delapan besar yang masih tersisa.

Minggu, 06 Mei 2012

Hasil Pertandingan minggu tanggal 13 mei 2012

Grup A

Golo Paleng vs Satar Punda     ( 0-1 )

Grup B

Compang Necak vs Golo Lembur ( 3-0 )

Grup C

Goreng Meni vs Golo Munga   ( 1-1 )

Grup D

Golo Rentung vs Tengku Leda  (1-1 )

Hasil Pertandingan Minggu 06 mei 2012

Grup A

Satar Punda vs Tengku Lawar (4-2)


Grup B

Golo Wontong vs Golo Lembur (4-0)


Grup C

Nampar Tabang vs Golo Munga (0-2)


Grup D

Compang Deru vs Tengku Leda (1-2)

Kamis, 26 April 2012

PS GOLO PALENG 2012...........




















Nama Pemain :

1.Sipri Jo,o
2.Robert Fandi
3.Albert Rodian
4.Sebas Nalin
5.Kelemes Dermon
6.Hans Denca
7.Bertus Hari
8.Hubert Basri
9.Frans Tatang
10.Wens Nardi
11.Heri Muharam
12.Mateus Darmin
13.Hendrik Yanto
14.D"Hotman Nass
15.Joy Enok
16.Seli Etok
17.Afri Hani
18.Gusty Nebon
19.Pius Woda

Pelatih  : Kasmir Edok
Kordes:  Gabriel Nggo,ong

Senin, 23 April 2012

Klasemen sementara grup Lamba Leda Cup III 2012.....

Klasemen sementara grup Lamba Leda Cup III 2012.....


Ps
Main
Menang
Kalah
Seri
Masukan
Kebobolan
Nilai
Grup A
            S.Punda 
Gopal      
T.Lawar
C.Mekar 


3
3
3


2
2
1
0


0
1
2
3



1
0
0
1


5
5
7
1


2
1
6
7


7
6
3
1
Grup B

C.Necak      
G.Mangung  
G.Wontong 
G.Lembur


3
3
3
3


2
2
1
0


0
0
2
3


1
1
0
0


11
8
6

1


5
3
10
11


7
7
4
0
Grup C
       
S.Padut
G.Meni     
G.Munga
N.Tabang


3
3
3
3


2
1
1
0


0
0
1
3


1
2
1
0


10
5
3
3


3
3
3
11


7
5
4
0
Grup D

G.Rentung 
T.Leda   
C.Deru    
Ps.Sabar


3
3
3
3


2
2
1
0


0
0
1
2


2
2
1
1


8
3
8
3




7
3
7
6




5
5
4
1



Hasil pertandingan 29 april 2012........

 Grup A
Ps.Golo Paleng vs Ps.Compang Mekar 2-0
Grup B
Ps.Compang Necak vs Ps.Golo Mangung 1-1
Grup C
Ps.Goreng Meni vs Ps.Satar Padut 1-1
Grup D
Ps.Golo Rentung vs Ps.Satar Punda Barat 3-2



Hasil pertandingan 22 april 2012........

Grup A
Ps.Satar Punda vs Ps.Compang Mekar 0-0
Grup B
Ps.Golo Mangung vs Ps.Golo Lembur 4-1
Grup C
Ps.Satar Padut vs Ps.Golo Munga 3-1
Grup D
Ps.Satar Punda Barat vs Ps.Tengku Leda 0-0


Hasil pertandingan 15 april 2012........

Grup A
Ps.Golo Paleng vs Ps.Tengku Lawar 3-0
Grup B
Ps.Compang Necak vs Ps.Golo Wontong 7-1
Grup C
Ps.Goreng Meni vs Ps.Nampar Tabang 3-1
Grup D
Ps.Compang Deru vs Ps.Golo Rentung 4-4

Kamis, 19 April 2012

Kode pos Kecamatan Lamba Leda


No. Kode POS
Desa, Kelurahan  
Kecamatan, Distrik  
DT2 Kota, Kabupaten  
Provinsi  
DT2
Kota, Kabupaten  
186582Compang DeruLamba LedaKab.Manggarai Timur Nusa Tenggara Timur (NTT)
286582Compang MekarLamba LedaKab.Manggarai Timur Nusa Tenggara Timur (NTT)
386582Compang NecakLamba LedaKab.Manggarai Timur Nusa Tenggara Timur (NTT)
486582Golo LemburLamba LedaKab.Manggarai Timur Nusa Tenggara Timur (NTT)
586582Golo MangungLamba LedaKab.Manggarai Timur Nusa Tenggara Timur (NTT)
686582Golo MungaLamba LedaKab.Manggarai Timur Nusa Tenggara Timur (NTT)
786582Golo NimbungLamba LedaKab.Manggarai Timur Nusa Tenggara Timur (NTT)
886582Golo RentungLamba LedaKab.Manggarai Timur Nusa Tenggara Timur (NTT)
986582Goreng MeniLamba LedaKab.Manggarai Timur Nusa Tenggara Timur (NTT)
1086582LencurLamba LedaKab.Manggarai Timur Nusa Tenggara Timur (NTT)
1186582Liang DerukLamba LedaKab.Manggarai Timur Nusa Tenggara Timur (NTT)
1286582Nampar TabangLamba LedaKab.Manggarai Timur Nusa Tenggara Timur (NTT)
1386582Satar PadutLamba LedaKab.Manggarai Timur Nusa Tenggara Timur (NTT)
1486582Satar PundaLamba LedaKab.Manggarai Timur Nusa Tenggara Timur (NTT)
1586582Tengku LedaLamba LedaKab.Manggarai Timur Nusa Tenggara Timur (NTT)
1686582TengkulawarLamba LedaKab.Manggarai Timur Nusa Tenggara Timur (NTT)

 17   86582  Golo paleng            Lamba Leda              Kab.        Manggarai Timur      Nusa Tenggara  Timur(NTT)

Lamba Leda Cup III 2012................

Hasil Pertandingan Minggu 15 april 2012


                        Grup A
        Golo Paleng  vs  Tengku Lawar dengan skor 3-0

                        Grup B
        Compang Necak  vs  Golo Wontong dengan skor 7-1

                        Grup C
        Gorong Meni  vs  Nampar Tabang dengan skor 3-1
 
                        Grup D

        Compang Deru  vs Golo Rentung dengan skor 4-4


Dengan demikian hasil pertandingan minggu 15 april 2012.........kita masih nantikan pertandingan minggu 22 april 2012............

 

Jumat, 13 April 2012

Lamba Leda Cup III 2012

Turnamen Lamba Leda Cup III 2012....................

Turnamen Lamba Leda Cup III 2012 akan segera dimulai tanggal 15 april minggu besok di Lapangan...YON ARMED MAKASSAR...dan di ikuti oleh 16 desa dari kecamatan Lamba Leda yang berada di makassar...
berikut nama-nama desa yang ikut dalam turnamen ini:
1.Desa Golo Paleng
2.Desa Tengku Lawar
3.Desa Satar Punda
4.Desa Compang Mekar
5.Desa Compang Deru
6.Desa Compang Necak
7.Desa Satar Punda Barat
8. Desa Golo Munga
9.Desa Golo Lembur
10.Desa Golo Rentung
11.Desa Golo Mangung
12.Desa Golo Wontong
13.Desa Satar Padut
14.Desa Tengku Leda
15.Desa Goreng Meni
16.Desa Nampar Tabang....
Dan masih ada beberapa desa yang belum diketahui......dalam Turnamen.....ini,

Kamis, 16 Februari 2012

Memangnya, siapa kita?



Memangnya, siapa kita?

Begitu bangga dengan mobil, rumah, tanah dan semua harta yang kita punya. Kepada yang lebih miskin palingkan muka dan berlagak tinggi di hadapannya. Tapi ketika harta lepas dari tangan lalu menangis tak berkesudahan.
Memangnya, siapa kita?
Begitu aqad nikah diiqrarkan, langsung merasa dialah suami pasangan jiwa milik kita? Hingga kita menangis sedih saat suami harus pergi bekerja beberapa lama. Hingga kita merasa tak dipedulikan saat suami pulang larut malam padahal untuk mencari nafkah bagi kita dan keluarga.

Hey, kita ini hanya dititipi, dan kapan saja dapat diminta-Nya kembali. Kita tak pernah benar-benar memiliki: pasangan hidup, harta, bahkan diri kita sendiri. Kita ini cuma peminjam, yang sering masih merengek-rengek minta dipinjami yang lebih baik lagi. Ah, peminjam yang tak tahu diri.

Selasa, 07 Februari 2012

Komodo Cup IX Makassar 2011










PANITIA PELAKSANA
KOMODO CUP IX MAKASSAR
TAHUN 2011
SEKRETARIAT : BTN MANGGARUPI PERMAI B7/15 SUNGGUMINASA-GOWA
Tlp : (0411) 889865/HP: 081 342 462 522-082 2424 883

PERATURAN PERTANDINGAN
TURNAMEN KOMODO CUP VII
MANGGARAI MAKASSAR
TAHUN 2011

BAB I UMUM
Pasal 1
DASAR
1. Peraturan pertandingan ini hanya berlaku dalam Turnamen Komodo Cup
2. Peraturan pertandingan ini berpedoman pada pedoman dasar PSSI
Pasal 2 :
MAKSUD DAN TUJUAN
Peraturan pertandingan ini diterbitkan untuk mengatur penyelenggaraan pertandingan turnamen
Komodo cup sehingga dapat berjalan dengan lancar dan tertib.
BAB II
PENGORGANISASIAN
Pasal 3 :
NAMA K0MPETISI
Nama kompetisi adalah Komodo cup IX tahun 2011
Pasal 4 :
PESERTA PERTANDINGAN
1. Peserta pertandingan Komodo cup IX adalah tim yang diundang oleh Panitia Pelaksana terdiri dari tim dari Manggarai Raya dan tim dari luar Manggarai Raya yang dan telah terdaftar keikutsertaannya paling lambat saat technical meeting
2. Biaya pendaftaran peserta tim sebesar RP 2.000.000,00 (dua juta rupiah)
3. Setiap tim terdiri dari 22 orang pemain ditambah dengan tiga orang ofisial (pelatih,manager dan ketua kerukunan kecamatan)
4. Nama-nama pemain dan ofisial diisi pada lembaran pendaftaran dan dilengkapi dengan pas foto ukuran 2 cm x 3 cm dan foto copy identitas yang masih berlaku seperti KTP /SIM/Kartu Mahasiswa /Kartu Pelajar serta dibuat dua rangkap
5. Daftar nama pemain dan ofisial diserahkan pada panitia pelaksana paling lambat saat technical meeting dan tidak dapat ditarik kembali/diganti
6. Daftar nama pemain akan dicross cek kaabsahannya pada saat technical meeting.
. Personil yang ditunjuk sebagai pemain dalam satu tim adalah:
a. Orang Manggarai yang berdomisili di Makassar dan sekitarnya
b. Hanya dapat mengambil pemain yang bukan orang Manggarai maksimal 3 (tiga) orang dengan disertakan surat rekomandasi dari pelatih dan manager tim yang bersangkutan
7.Khusus pasal 6 c,bila pemain yang bersangkutan melakukan tindakan yang tidak sportif selama pertandingan maka pelatih,manager dan ketua kerukanan dari tim tersebut bertanggung jawab apabila timbul ekses diluar Komodo Cup
.
Pasal 5 :
WAKTU DAN SISTEM PERTANDINGAN
1. Pertandingan Komodo cup IX dilaksanakan pada setiap hari Minggu terhitung dari tanggal 1 Mei 2011 sampai selesai
2. Untuk babak penyisian pertandingan dengan sistem setengah kompetisi (sistem pool)
3. Selama babak penyisihan pertandingan belangsung 2 x 40 menit
4. Untuk babak perempat final hingga final menggunakan sistem gugur
5. Lama waktu pertandingan 2 x 45 menit dan bila masih imbang maka dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu 2 x 10 menit.
6. Bila setelah perpanjangan waktu skor masih imbang maka dilanjutkan dengan adu pinalti masing-masing 5 (lima) kali dan apabila masih imbang maka dilanjutkan sampai ada tim yang keluar sebagai pemenang.
7. Bila masih imbang maka dilakukan dengan cara pengundian
8. Pemain yang sudah diganti tidak berhak mengambil tendangan pinalti


Pasal 6 :
PENENTUAN TUAN RUMAH
Tim yang ditulis pertama dalam jadwal pertandingan maka selanjutnya disebut tuan rumah

BAB III
PELAKSANAAN PERTANDINGAN
Pasal 7
WAKTU PERTANDINGAN

1. Pertandingan dilaksanakan pada setiap hari Minggu sebanyak empat pertandingan dengan perincian dua pertandingan dilaksanakan pagi hari dan dua pertandingan dilaksanakan sore hari
2. Pertandingan pagi hari mulai pukul 09.30 sampai selesai dan pertandingan sore hari mulai pukul 14.00 sampai selesai
3. Keterlambatan peserta tiba di lapangan hanya diberi toleransi waktu 10 menit dan bila waktu toleransi habis maka dinyatakan kalah WO
4. Tim dianggap layak mengikuti pertandingan bila sekurang-kurangnya ada 8 (delapan) orang pemain dan mengenakan kostum lengkap dan penambahan pemain baru untuk mencukupi 11 orang pemain dianggap sebagai pergantian pemain.

Pasal 8
DAFTAR SUSUNAN PEMAIN
1. Daftar susunan pemain dan ofisial diserahkan kepada komisi pertandingan paling lambat 10 menit sebelum pertandingan dimulai yang terdiri dari 11 orang pemain inti, 5 (lima) orang pemain cadangan ,pelatih, manager dan ketua kerukunan kecamatan
2. Daftar susunan pemain harus sesuai dengan nomor punggung yang tertera pada kostum dan sudah ditandatangani oleh ofisial tim.
3. Pemain dianggap sah apabila sudah mendapat persetujuan dari komisi pertandingan dan penanggung jawab harian
4. Pemain yang tidak mendapat persetujuan dari komisi pertandingan dan penanggung jawab harian maka tidak boleh mengikuti pertandingan pada saat itu
Pasal 9
DAERAH TEKNIK
1. Ofisial dan Pemain cadangan harus menenmpati area yang telah disediakan
2. Hanya satu orang ofisial yang boleh memberikan intruksi dari daerah teknik
3. Ofisial tidak boleh meninggalkan area teknik
4. Ofisial harus menjaga etika dan tata krama selama pertandingan berlangsung
5. Segala keluhan harus disampaikan dengan sopan dan elegan kepada komisi pertandingan

Pasal 10
PERGANTIAN PEMAIN
1. Pergantian pamain paling banyak 5 kali ( 5 orang)
2. Pergantian pemain hanya boleh dilakukan setelah mendapat persetujuan dari wasit
3. Pemain pengganti hanya boleh masuk lapangan permainan apabila pemain yang diganti sudah meninggalkan lapangan permainan
4. Pemain yang mendapat kartu merah tidak dapat diganti oleh pemain lain
5. Jika suatu sebab salah satu pemain tidak dapat melanjutkan petandingan sementara pergantian pemain sudah lima kali maka pemain tersebut tidak dapat diganti oleh pemain lain sampai pertandingan selesai
Pasal 11
PERTANDINGAN YANG TIDAK TERLAKSANA
1. Jika pertandingan dihentikan karena suatu sebab yang luar biasa maka pertandingan tersebut dilanjutkan pada hari terakhir setelah babak penyisian selesai sesuai dengan sisa waktu dan skor pada saat pertandingan tersebut dihentikan sesuai dengan sisa waktu sebelum pertandingan dihentikan
2. Jika pertandingan dihentikan dengan siswa waktu sepuluh menit atau kurang dari sepuluh menit maka pertandingan tersebut dinyatakan selesai



Pasal 12
PENENTUAN NILAI DALAM KLASEMEN

1. Urutan klasemen dalam pertandingan Komodo cup IX tahun 2011 sesuai dari point yang telah diperoleh setiap pertandingan yang telah dimainkan
2. Nilai kemenangan sbb : setiap kemenangan mendapat nilai 3(tiga); seri (draw) mendapat nilai 1(satu) dan kalah nilai 0 (nol)
3. Jika setelah babak penyisian selesai maka urutan klasemen sbb:
a. Tim yang memperoleh point paling banyak menempati pringkat lebih tinggi
b. Jika dua tim memiliki point sama maka tim yang yang memenangi pertandingan saat kedua tim tersebut bertemu( unggul head to head )adalah tim yang menempati urutan peringkat lebih tinggi
c. Jika head to head imbang maka tim yang memiliki selisih gol plus lebih banyak adalah tim yang menempati pringkat lebih tinggi
d. Jika selisih gol plus sama maka tim yang memiliki produktivitas tinggi (gol memasukan lebih banyak dari gol kemasukan) adalah yang menempati urutan peringkat lebih tinggi

BAB IV
KARTU KUNING, KARTU MERAH DAN KOSTUM TIM
Pasal 13
KARTU KUNING DAN KARTU MERAH

1. Setiap sanksi kartu kuning mendapat denda RP 40.000.00 (empat puluh ribu rupiah)
2. Setiap sanksi kartu merah mendapat denda RP 50.000.00 (lima puluh ribu rupiah)
3. Pemain yang mendapat kartu merah langsung pada suatu pertandingan maka pemain tersebut tidak boleh mengikuti dua kali pertandingan berikutnya
4. Pemain yang dalam satu pertandingan mendapat dua kali kartu kuning( kartu merah tidak langsung) maka pemain tersebut tidak boleh mengikuti dua kali pertandingan berikutnya
5. Pemain yang mendapat dua kartu kuning dalam dua pertandingan beberbeda maka pemain tersebut tidak boleh mengikuti satu kali pertandingan berikutnya
6.Terhadap ofsial yang mendapat kartu merah tidak boleh mendampingi tim dalam dua kali pertandingan
7.Terhadap ofsial yang mendapat kartu kuning tidak boleh mendampingi tim dalam satu kali pertandingan.
Pasal 14
KOSTUM TIM
1.Setiap tim wajib menggunakan kostum lengkap
2.Kostum tim wajib ditulis nomor punggung dan memakai logo Komodo Cup di dada kiria serta tidak dapat digunakan oleh pemain lain apabila pemain yang bersangkutan tidak bertanding
3. Jika dua kesebelasan memakai kostum yang warnanya sama atau mirip sama maka tim tamu wajib mengganti kostum yang digunakan dengan kostum lain yang warnanya berbeda

BAB V
PENONTON
Pasal 15

1. Penonton wajib membeli karcis masuk sebesar RP 4.000,00 (empat ribu rupiah) yang berlaku sampai sore
2. Karcis parkir kendaraan roda dua RP 1.000,00 ( seribu rupiah) dan kendaraan roda empat RP 2.000,00 ( dua ribu rupiah) dan hanya berlaku satu kali
3. Pemain dan ofisial ( manager,pelatih dan ketua kerukunan) ketika timnya bertanding tidak dipungut biaya karcis masuk tetapi tetap membayar biaya parkir dan pemain wajib memakai kostum lengkap serta ofisisal memakai atribut yang telah disiapkan oleh panitia
4. Pemain yang tidak menggunakan kostum lengkap wajib membeli karcis masuk walaupun timnya akan bertanding
5. . Pelatih, manager dan ketua kerukunan kecamatan wajib membeli karcis masuk walaupun timnya hari itu bertanding apabila tidak menggunakan atribut yang telah disediakan panitia

6.Pelatih, manager dan ketua kerukunan kecamatan wajib membeli karcis masuk ketika timnya hari itu tidak bertanding
7. Komdis dan Pembina yang menggunakan atribut yang telah disediakan panitia tidak membeli karcis masuk dan tidak membayar uang parkir
8. Anak-anak di bawah umur 12 tahun, para sesepuh Manggarai dan orang cacat bebas masuk tanpa dipungut bayaran
9. Penonton dilarang membawa barang tajam dan sejenisnya ke dalam area pertandingan
10. Penonton yang mabuk tidak diperkenankan masuk area pertandingan
11.Bagi penonton yang melanggar ketentuan di atas maka panitia bekerjasama dengan pihak ARMED akan memberi tindakan tegas demi kelancaran turnamen Komodo Cup IX
12. Jika selama pertandingan terjadi keributan yang diakibatkan oleh oknum supoter, maka oknum yang bersangkutan akan diserahkan kepada pihak yang berwajib (ARMED)

BAB VI
JENIS PELANGGARAN DAN HUKUMAN
Pasal 16
JENIS PELANGGARAN
1.Memasukan pemain yang tidak ada identitasnya dalam dokumen Kompert/Komdis
2. Nama pemain yang terdaftar Kompert/Komdis tidak sesuai dengan dengan pemain yang turun bertanding
3.Pemalsuan dokumen pemain
4.Akumulasi kartu
5.Pemain yang bukan orang Manggarai melebihi kuota yang telah ditetapkan



Pasal 17
HUKUMAN ATAS PEMAIN YANG TIDAK SAH

1. Jika salah satu kesebelasan didapati menggunakan pemain yang tidak sah seperti yang dimaksud pasal 16 maka dikenakan hukuman sebagai berikut:
a. Jika menang maka kemenangan tersebut berubah menjadi kekalahan dengan skor 0-3
b. Jika seri maka dinyatakan kala dengan tambahan 3 ( tiga ) gol kemasukan
c. Jika kalah maka gol kemasukan ditambah 3 (tiga) gol
2. Jika kedua kesebelasan didapati menggunakan pemain yang tidak sah maka dikenakan hukuman sebagai berikut
a. Pertandingan kedua kesebelasan dibatalkan
b. Masing-masing tim ditambahkan 3 (tiga) gol kemasukan
c. Nilai kedua tim masing-masing dikurangi 3 (tiga)
c. Bila terjadi pada babak perempat final sampai final maka kedua tim dinyatakan didiskualifikasi
3.Tim yang bersangkutan didenda secara atministratif sebesar sebesar Rp 200.000,00 (dua ratus ribu rupiah)


Pasal 18
HUKUMAN ATAS PEMOGOKAN
1. Apabila salah satu kesebelasan tidak hadir sampai toleransi waktu habis maka:
a. Dinyatakan kalah 0-3
b. Nilainya dikurangi tiga
2. Apabila salah satu kesebelasan melakukan aksi mogok saat pertandingan berlangsung maka:
a. Jika menang maka kemenangan tersebut berubah menjadi kekalahan dengan skor 0-3
b. Jika seri maka dinyatakan kala dengan tambahan 3 ( tiga ) gol kemasukan
c. Jika kalah maka gol kemasukan ditambah 3 (tiga) gol
3. Jika kedua kesebelasan melakukan aksi mogok saat pertandingan berlangsung maka dikenakan hukuman sebagai berikut
a. Pertandingan kedua kesebelasan dibatalkan
b. Masing-masing tim ditambahkan 3 (tiga) gol kemasukan
c. Nilai kedua tim masing-masing dikurangi 3 (tiga)
c. Bila terjadi pada babak perempat final sampai final maka kedua tim dinyatakan didiskualifikasi
4.Jika tim mengundurkan diri dari tunamen ini maka semua pertandingan yang telah dimainkannya dianggab tidak pernah terjadi

Pasal 19
HUKUMAN ATAS GANGGUAN KETERTIBAN
1. Pemain (baik yang sedang bertanding maupun pemain di bangku cadangan) yang melakukan profokasi sehingga menyebabkan terganggunya kelancaran pertandingan yang sedang berlangsung akan dikenakan sanksi oleh wasit
2. Terhadap ofisial tim yang melakukan profokasi sehingga menimbulkan gangguan kertertiban dan keamanan selama pertandingan berlangsung akan dekenakan sanksi baik oleh wasit maupun oleh komdis berupa skorsing dan tidak boleh mendampingi tim dalam dua kali pertandingan.
3.Terhadap oknum pemain atau oknum ofisial yang melakukan pemukulan terhadap pemain lawan walaupun luput dari pengamatan wasit dan hakim garis namun diketahui oleh komdis maka terhadap oknum tersebut akan dikenakan sanksi dari komdis berupa skorsing untuk tidak dapat mengikuti tiga kali pertandingan.
4. Apabila ada pemain yang cedera maka tim medis akam masuk lapangan setelah mendapat perintah dari wasit
5. Pemain lawan tidak boleh mengangkat pemain yang sedang cedera dan bila hal ini terjadi akam mendapat sanksi dari wasit




BAB VII
ETIKA PROTES
Pasal 19
TERHADAP KEPUTUSAN WASIT
1. Hanya kapten tim yang berhak memperotes/ menanyakan tentang keputusan wasit
2. Tata cara melakukan protes harus dengan etika dan sopan santun dan wasit berkewajiban untuk memberi jawaban seperlunya saja
3. Ofisial tidak diperkenankan memperotes keputusan wasit.
4. Segala keberatan selama pertandingan belangsung maka pelatih/manager wajib menyampaikan kedada komisi pertandingan
6. Jika terjadi masalah yang mesti harus diselesaikan dimeja komdis maka yang berhak untuk menyampaikan pendapat adalah pelatih dan manager tim yang memakai tribut dari panitia
7.Komdis baru bisa menanggapi persoalan tersebut setelah menerima laporan/masukan dari komisi pertandingan
8.Apabila tidak memenuhi ketentuan pasal 6 dan pasal 7 di atas maka komdis tidak akan melayani dan mencari pemecahannya.
9.Apabila masalah tidak dapat diselesaikan di meja komdis saat itu maka pelatih dan manager dapat menyampaikannya secara tertulis kepada komdis selambat-lambatnya tiga hari setelah pertandingan.
10.Bagi tim yang dimaksud pasal 9 di atas maka wajib membayar biaya administrasi sebesar Rp.500.000,- (lim ratus ribu rupiah) pada saat surat diserahkan kepada komdis.




BAB VIII Hadiah
Pasal 20
HADIAH BAGI PARA JUARA, PEMAIN TERBAIK,
TOP SCOR, PELATIH TERBAIK DAN TIM FAIR PLAY

1.Juara pertama berhak memperoleh:
a. Piala bergilir Komodo Cup
b. Piala tetap Komodo Cup IX
c. Uang pembinaan sebesar RP 4.000.000,00 (empat juta rupiah)
2.Juara kedua berhak memperoleh:
a. Piala tetap Komodo Cup IX
b. Uang pembinaan sebesar RP 3.000.000,00 (tiga juta rupiah)
3.Juara ketigaberhak memperoleh:
a. Piala tetap komodo Cup Ix
b. Uang pembinaan sebesar RP 2.500.000,00 ( Dua juta lima ratus ribu rupiah)
4.Juara keempat berhak memperoleh:
b. Piala tetap Komodo Cup IX
c. Uang pembinaan sebesar RP 2.000.000,00 (Dua juta rupiah)
5. Pemain terbaik memperoleh:
a. uang pembinaan sebesar Rp 750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah)
b. Piala dan sertifikat
6. Pelatih terbaik memperoleh:
a. uang pembinaan sebesar Rp 600.000,00 (enam ratus ribu rupiah
b. Piala dan sertifikat
7. Top score memperoleh:
a. uang pembinaan sebesar Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah
b. Piala dan sertifikat
8. Tim fair play memperoleh:
a. uang pembinaan sebesar Rp 400.000,00 (empat ratus ribu rupiah
b. Piala dan sertifikat

BAB IX
KETENTUAN BAGI TIM UNDANGAN
Pasal 20
1. Tim undangan adalah sebuah tim yang diundang secara khusus oleh panitia dan masih merupakan warga NTT
2. Tim undangan wajib mematuhi semua ketentuan dan norma yang berlaku dalam Komdo Cup IX
3. Pelatih,manager dan koordinator tim wajib mengkoordinir suporternya sehingga tercipta suana tertib selama petandingan
4.Wajib membayar segala konsekuensi kartu baik bagi pemain,ofisial maupun penonton .
5.Segala ekses/insiden yang terjadi selama pertandingan harus diselesaikan dihadapan komisi pertandingan atau komisi disiplin dan tidak diperbolehkan untuk menyelesaikan diluar konteks Komodo Cup
6.Apabila ekses/insiden selama petandingan diselesaikan di luar konteks Komodo Cup maka hal itu berusan dengan ketentuan hukum dan perundangan yang berlaku bukan peraturan Komodo Cup.
7.Apabila diakhir turnamen keluar sebagai juara maka piala bergilir tetap dipegang panitia Komodo Cup IX yang selanjutnya menjadi Panitia Komodo Cup X
BAB X
DOKUMENTASI
Pasal 21
1. Dokumentasi terhadap peserta selama turnamen Komodo Cup IX berlangsung dilakukan oleh Panitia
2. Semua pemotretan terhadap tim peserta dalam setiap pertandingan selama turnamen Komodo Cup IX dilakukan oleh fotografer yang merupakan mitra Panitia
3. Fotografer yang akan meliputi kegiatan Komodo Cup IX harus menggunakan atribut yang dikeluarkan panitia (ID cart terakreditasi )
4. Siapapun yang tidak menggunakan ID card tidak diperkenankan untuk memotret tim baik sebelum maupun selama pertandingan.Kecuali atas peretujuan Panitia Pelaksana
5. Setiap orang yang didapati melanggar aturan ini akan didenda sebesar Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah)

Pasal 22
PENUTUP
Hal – hal lain yang belum diatur dalam ketentuan ini akan disesuaikan

Ditetapkan di Makassar
Pada tanggal, 24 April 2011
KOMISI DISIPLIN

Ketua Sekretaris


(Drs. Arda Senaman,M.Si) (Fransiskus Jeramat,S.Pd)

PANITIA
Ketua Sekretaris


(Drs.Petrus Pantur) (Sebastianus Nyaman,S.Sos)